Beranda » Bansos » Bantuan Pangan Non Tunai Rp600.000 Cair Februari 2026: Jadwal Lengkap dan Panduan Cek Penerima

Bantuan Pangan Non Tunai Rp600.000 Cair Februari 2026: Jadwal Lengkap dan Panduan Cek Penerima

Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah memulai pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama tahun 2026. Sebanyak lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia menjadi sasaran penyaluran bantuan senilai Rp600.000 per keluarga pada tahap ini. Pencairan yang dilakukan di bulan Februari ini tentu menjadi angin segar bagi keluarga kurang mampu.

Perlu diketahui bahwa daftar penerima bantuan bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan setiap triwulan berdasarkan evaluasi data terbaru. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa alokasi nasional tetap sekitar 18 juta KPM, namun nama-nama dalam daftar bisa berganti sesuai hasil verifikasi lapangan. Evaluasi pertama data penerima dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap mulai dari pengertian program, syarat penerima, jadwal pencairan, hingga cara mengecek status kepesertaan secara mandiri. Dengan memahami informasi berikut, diharapkan masyarakat dapat memastikan haknya dan mengakses bantuan tanpa kendala.

Apa Itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)?

Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT merupakan program bantuan sosial dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan disalurkan dalam bentuk saldo elektronik melalui kartu elektronik khusus.

Dasar hukum pelaksanaan BPNT mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai serta berbagai peraturan turunan dari Kementerian Sosial. Program ini juga dikenal dengan sebutan Program Kartu Sembako karena bantuan hanya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok.

BPNT menjadi bagian dari sistem perlindungan sosial nasional yang menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan utama dalam menentukan penerima manfaat. Kementerian Sosial bekerja sama dengan Bank Himbara dan PT Pos Indonesia sebagai lembaga penyalur dana bantuan ke tangan masyarakat.

Tujuan dan Manfaat BPNT 2026

Program BPNT memiliki sejumlah tujuan strategis yang ingin dicapai oleh pemerintah. Pertama, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kedua, memberikan gizi yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat melalui akses terhadap bahan pangan berkualitas. Ketiga, mendorong ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial melalui mekanisme non tunai yang lebih transparan.

Manfaat konkret yang dirasakan oleh KPM antara lain kemudahan dalam membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan sumber protein lainnya. Bantuan ini juga membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momen-momen penting seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri. Sasaran utama program ini adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah yang tercatat dalam DTKS Kementerian Sosial. Dampak positif yang diharapkan adalah penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup keluarga prasejahtera secara bertahap.

Baca Juga:  Persyaratan Ekonomi dan Kriteria Lengkap Penerima KIP Kuliah 2026 Berbasis DTSEN

Syarat dan Kriteria Penerima BPNT 2026

Syarat Umum

Untuk menjadi penerima BPNT, terdapat beberapa syarat umum yang harus terpenuhi. Calon penerima harus merupakan warga negara Indonesia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku. Selain itu, keluarga tersebut harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Pendaftaran ke DTKS dilakukan melalui proses pendataan resmi oleh Dinas Sosial setempat, bukan melalui pendaftaran mandiri secara bebas.

Kriteria Penerima

Penerima BPNT adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang tergolong dalam 25% terendah berdasarkan data DTKS. Penetapan status ini ditentukan melalui proses verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di setiap daerah. Keluarga yang sudah menerima bantuan pangan dari program lain yang serupa tidak berhak mendapatkan BPNT guna menghindari tumpang tindih bantuan. Penerima yang dianggap sudah mengalami peningkatan kesejahteraan dapat dikeluarkan dari daftar dan kuotanya akan digantikan oleh keluarga lain yang memenuhi kriteria.

Dokumen yang Diperlukan

Dokumen utama yang diperlukan untuk verifikasi meliputi fotokopi KTP seluruh anggota keluarga dewasa, fotokopi Kartu Keluarga terbaru, serta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi yang sudah memilikinya. Bagi masyarakat yang belum memiliki dokumen tersebut, pengurusan dapat dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Dokumen asli perlu dibawa saat proses pencairan di bank penyalur atau kantor pos.

Aspek Keterangan
Nama Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Program Kartu Sembako
Penyelenggara Kementerian Sosial Republik Indonesia
Sasaran Penerima 18 juta KPM (keluarga 25% terendah berdasarkan DTKS)
Nominal per Tahap (3 Bulan) Rp600.000 (Rp200.000/bulan × 3 bulan)
Total per Tahun (4 Tahap) Rp2.400.000
Periode Pencairan Tahap 1 Februari 2026
Website Resmi cekbansos.kemensos.go.id

Cara Cek Penerima BPNT Februari 2026 dengan Mudah

Cara Pertama: Via Website cekbansos.kemensos.go.id

Langkah 1: Akses Situs Resmi Kemensos Buka browser di perangkat Anda, baik melalui ponsel maupun komputer, lalu ketikkan alamat cekbansos.kemensos.go.id pada kolom URL. Pastikan koneksi internet stabil untuk menghindari gangguan saat proses pengecekan berlangsung. Gunakan browser versi terbaru agar tampilan situs optimal.

Langkah 2: Isi Data Wilayah Domisili Pada halaman utama, lengkapi kolom data wilayah secara berurutan mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa atau Kelurahan. Pilih setiap kolom sesuai dengan data yang tertera pada KTP Anda. Kesalahan dalam memilih wilayah dapat menyebabkan data tidak ditemukan.

Langkah 3: Masukkan Nama Lengkap Ketikkan nama lengkap Anda sesuai dengan yang tertera pada KTP. Perhatikan penggunaan huruf besar dan ejaan yang benar, karena sistem akan mencocokkan data secara persis. Hindari menggunakan singkatan atau nama panggilan.

Langkah 4: Isi Kode Verifikasi (Captcha) Masukkan kode verifikasi atau captcha yang ditampilkan pada layar. Kode ini berfungsi sebagai pengaman untuk memastikan bahwa pengecekan dilakukan oleh manusia, bukan sistem otomatis. Jika kode sulit terbaca, klik tombol refresh untuk mendapatkan kode baru.

Baca Juga:  Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK 2026: Apakah Terdaftar sebagai Penerima Bansos?

Langkah 5: Klik Tombol Cari Data dan Lihat Hasil Setelah semua kolom terisi dengan benar, klik tombol “Cari Data” untuk memulai pencarian. Sistem akan menampilkan hasil pencarian yang memuat jenis bantuan, status penerimaan, dan periode pencairan jika NIK Anda terdaftar. Apabila data tidak ditemukan, periksa kembali kebenaran informasi yang dimasukkan.

Cara Kedua: Via Aplikasi Cek Bansos Kemensos

Selain melalui website, pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store. Unduh dan instal aplikasi tersebut, lalu buat akun baru dengan mengisi data lengkap sesuai NIK. Setelah berhasil login, pilih menu “Cek Bansos” di halaman utama untuk melihat status kepesertaan dan riwayat penyaluran bantuan. Metode ini cocok bagi masyarakat yang lebih nyaman menggunakan aplikasi ponsel karena tampilannya lebih mudah dioperasikan dibandingkan versi website.

Jadwal Pencairan BPNT dan PKH Februari 2026

Penyaluran bantuan sosial reguler tahun 2026 mengikuti skema triwulan, artinya terdapat empat kali periode pencairan dalam satu tahun. Tahap pertama mencakup periode Januari hingga Maret 2026, dengan pencairan yang dimulai pada Februari 2026. Pemilihan waktu Februari bukan tanpa alasan, pemerintah sengaja mempercepat penyaluran agar masyarakat memiliki daya beli yang cukup menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Tahap kedua dijadwalkan pada periode April hingga Juni 2026 dengan estimasi pencairan April atau Mei. Tahap ketiga mencakup Juli hingga September dengan pencairan Juli atau Agustus. Sementara tahap keempat berlangsung pada Oktober hingga Desember dengan pencairan Oktober atau November. Perlu dicatat bahwa waktu pencairan di setiap daerah dapat berbeda tergantung kesiapan administrasi dan distribusi bantuan di wilayah masing-masing.

Cara Cek Status Penerima BPNT 2026

Cek Via Website Resmi

Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id dan isi formulir data sesuai KTP. Data yang perlu disiapkan meliputi informasi wilayah domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa) dan nama lengkap. Setelah mengisi kode verifikasi, klik “Cari Data” untuk melihat apakah NIK Anda terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Proses ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu datang ke kantor Dinas Sosial.

Cek Via Aplikasi

Aplikasi Cek Bansos tersedia secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store. Setelah mengunduh, pengguna perlu membuat akun dengan NIK dan data diri lengkap. Melalui menu “Cek Bansos”, aplikasi akan menampilkan status kepesertaan beserta jenis bantuan yang diterima dan riwayat pencairan sebelumnya. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk memantau perkembangan penyaluran secara berkala.

Cek Via Call Center Kemensos

Bagi yang mengalami kesulitan mengakses website atau aplikasi, pengecekan dapat dilakukan melalui layanan call center Kementerian Sosial di nomor 1500-772. Layanan ini beroperasi pada hari dan jam kerja. Siapkan data NIK dan nama lengkap sesuai KTP sebelum menghubungi, agar petugas dapat membantu pengecekan status kepesertaan Anda dengan lebih cepat.

Baca Juga:  Jadwal Bansos PKH dan BPNT Februari 2026, Cair Serentak, Cek Daftar Penerima dan Nominal KKS Merah Putih

Tips Penting Seputar Pencairan BPNT 2026

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penerima maupun calon penerima BPNT. Pertama, selalu cek status kepesertaan secara berkala melalui kanal resmi Kemensos karena data penerima bersifat dinamis. Kedua, pastikan data kependudukan (KTP dan KK) selalu terbarui di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ketiga, gunakan saldo bantuan hanya di e-Warong atau agen bank yang ditunjuk pemerintah.

Keempat, waspadai segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program bansos, terutama permintaan transfer uang atau biaya administrasi. Kelima, pencairan bantuan sosial resmi tidak pernah dikenakan potongan atau biaya apapun. Keenam, jika merasa layak namun belum terdaftar, segera laporkan ke Dinas Sosial setempat untuk proses usulan pemutakhiran DTKS.

Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya

Salah satu kendala yang kerap dialami adalah nama tidak muncul saat pengecekan status penerima. Solusinya, pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan KTP dan laporkan ke Dinas Sosial setempat untuk verifikasi ulang. Masyarakat juga bisa mengikuti Musyawarah Desa atau Kelurahan untuk proses usulan pemutakhiran DTKS.

Masalah lain yang sering terjadi adalah saldo bantuan tidak masuk tepat waktu. Hal ini bisa disebabkan oleh proses administrasi yang masih berjalan di daerah tertentu. Penerima disarankan bersabar dan memantau melalui aplikasi Cek Bansos secara berkala. Jika terdapat indikasi pemotongan dana oleh pihak tidak berwenang, segera laporkan ke Posko Pengaduan Kemensos atau hubungi call center 1500-772 untuk tindak lanjut.

FAQ: Pertanyaan Seputar BPNT Februari 2026

Q1: Berapa nominal BPNT yang cair pada Februari 2026? BPNT pada tahap pertama tahun 2026 dicairkan sebesar Rp600.000 per KPM. Nominal ini merupakan akumulasi dari bantuan bulanan Rp200.000 yang disalurkan sekaligus untuk periode tiga bulan (Januari-Maret 2026).

Q2: Apakah BPNT dan PKH bisa diterima secara bersamaan? Ya, keduanya merupakan program yang berbeda sehingga satu keluarga bisa menerima kedua jenis bantuan sekaligus. Syaratnya adalah keluarga tersebut memenuhi kriteria masing-masing program berdasarkan data DTKS.

Q3: Bagaimana jika nama saya tidak muncul saat pengecekan? Langkah yang disarankan adalah melapor ke Dinas Sosial kabupaten/kota setempat dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti Musyawarah Desa untuk proses usulan pemutakhiran data DTKS.

Q4: Apakah penerima BPNT tahap pertama otomatis menerima di tahap berikutnya? Tidak selalu. Karena data penerima bersifat dinamis, penerima di tahap pertama belum tentu otomatis menerima di tahap selanjutnya. Evaluasi data dilakukan secara berkala, dengan evaluasi pertama dijadwalkan pada April 2026.

Q5: Apakah pencairan BPNT dikenakan potongan atau biaya? Tidak. Seluruh bantuan sosial disalurkan tanpa potongan biaya apapun, baik melalui Bank Himbara maupun PT Pos Indonesia. Jika ada pihak yang meminta biaya, hal tersebut merupakan indikasi penipuan dan harus segera dilaporkan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan situs karyadesagroup.id serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan untuk mengunjungi website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menghubungi call center Kemensos di nomor 1500-772 secara langsung.

Pencairan BPNT tahap pertama tahun 2026 senilai Rp600.000 telah dimulai pada Februari dengan sasaran lebih dari 18 juta KPM di seluruh Indonesia. Pastikan untuk selalu mengecek status kepesertaan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos dan perhatikan jadwal pencairan setiap tahapnya.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi seputar bantuan pangan non tunai. Tetap pantau perkembangan informasi resmi dari Kementerian Sosial dan jangan mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi kebenarannya.