Jutaan keluarga di Indonesia saat ini masih belum tercatat dalam basis data penerima bantuan sosial pemerintah. Padahal, terdaftar dalam sistem menjadi syarat mutlak agar bisa menerima berbagai program seperti PKH, BPNT, hingga BLT. Tanpa registrasi yang valid, peluang mendapatkan bantuan praktis tertutup rapat meskipun kondisi ekonomi memenuhi kriteria.
Sejak 5 Februari 2025, pemerintah secara resmi memperkenalkan sistem baru bernama DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Kebijakan ini dipayungi oleh Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan menggantikan sistem DTKS yang selama ini digunakan Kementerian Sosial. Perubahan ini bertujuan menciptakan pendataan yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Artikel ini menyajikan panduan lengkap pendaftaran DTSEN secara online maupun offline per Februari 2026. Pembaca akan memahami syarat yang harus dipenuhi, langkah demi langkah proses registrasi, hingga tips praktis agar pengajuan lolos tahap verifikasi tanpa kendala berarti.
Apa Itu DTSEN? Mengenal Sistem Baru Pengganti DTKS
DTSEN merupakan basis data nasional yang mengintegrasikan seluruh informasi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia dari berbagai sumber resmi pemerintah. Sistem ini secara langsung menggantikan peran DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Sosial.
Peluncuran DTSEN dilatarbelakangi oleh sejumlah permasalahan serius pada sistem lama, seperti duplikasi data, penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, hingga warga miskin yang justru luput dari pendataan. Melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah menetapkan DTSEN sebagai rujukan tunggal penyaluran seluruh program bantuan sosial.
Perbedaan mendasar antara DTSEN dan DTKS terletak pada metode integrasinya. DTSEN menghimpun data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya dalam satu platform terpadu. Pendekatan lintas sektoral ini membuat proses verifikasi menjadi lebih akurat dan meminimalisir potensi manipulasi data. Dengan hadirnya sistem baru ini, penyaluran PKH, BPNT, BLT, dan berbagai subsidi lainnya diharapkan benar-benar menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.
Tujuan dan Manfaat Pendaftaran DTSEN
Program DTSEN dirancang dengan sejumlah tujuan strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pertama, menciptakan basis data tunggal yang akurat dan terintegrasi sehingga tidak ada lagi tumpang tindih antarlembaga. Kedua, memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ketiga, mempermudah proses verifikasi dan validasi data secara real-time melalui sistem digital.
Bagi masyarakat, manfaat terdaftar dalam DTSEN sangat nyata. Warga yang tercatat memiliki peluang lebih besar untuk menerima bantuan PKH, BPNT, BLT, hingga subsidi energi dan pangan. Selain itu, data yang sudah terintegrasi memungkinkan pemerintah memberikan bantuan secara lebih cepat tanpa proses birokratis yang berbelit. Sasaran utama program ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 berdasarkan penilaian kondisi sosial ekonomi. Dampak positif jangka panjangnya adalah terciptanya sistem perlindungan sosial yang lebih adil dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Syarat dan Kriteria Pendaftaran DTSEN 2026
Syarat Umum
Pendaftaran DTSEN tidak terbuka untuk semua warga tanpa terkecuali. Sistem ini secara khusus memprioritaskan keluarga dengan kondisi ekonomi tertentu. Calon pendaftar harus merupakan Warga Negara Indonesia yang memiliki identitas kependudukan valid berupa KTP dan Kartu Keluarga. Data kependudukan yang tercatat di dokumen resmi wajib sesuai dengan catatan Dukcapil agar tidak terjadi penolakan di tahap verifikasi awal.
Kriteria Penerima
Beberapa kriteria utama yang menjadi acuan penerimaan DTSEN meliputi: termasuk kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin, memiliki keterbatasan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta tidak berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD. Selain itu, pemohon tidak boleh sedang menerima bantuan serupa dari program lain dan harus masuk dalam kategori desil kesejahteraan rendah berdasarkan hasil pemutakhiran data terbaru.
Dokumen yang Diperlukan
Sebelum memulai pendaftaran, siapkan dokumen berikut: KTP yang masih berlaku dengan NIK tercatat benar sesuai data Dukcapil, Kartu Keluarga yang sudah sinkron dengan catatan kependudukan, nomor telepon aktif untuk keperluan verifikasi OTP dan notifikasi status, alamat lengkap sesuai domisili yang tertera di KTP atau KK, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) apabila diminta sesuai kebijakan daerah, serta bukti pendapatan sebagai dokumen tambahan verifikasi kondisi ekonomi. Persyaratan dapat berbeda di setiap daerah sesuai kebijakan Dinas Sosial setempat.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Program | Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) |
| Penyelenggara | Pemerintah RI (lintas kementerian dan lembaga) |
| Sasaran Penerima | Keluarga miskin dan rentan miskin (Desil 1–5) |
| Dasar Hukum | Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 |
| Pendaftaran Online | Melalui website dtsen.data.go.id dan aplikasi Cek Bansos |
| Website Resmi | https://dtsen.data.go.id |
Cara Daftar DTSEN Online dengan Mudah
Cara Pertama – Via Website Resmi dtsen.data.go.id
Langkah 1: Akses Portal Resmi DTSEN Buka browser di perangkat HP atau komputer, lalu kunjungi alamat https://dtsen.data.go.id. Pastikan koneksi internet stabil agar proses tidak terganggu. Hindari mengakses melalui tautan dari sumber tidak resmi untuk menghindari risiko penipuan atau phishing.
Langkah 2: Buka Halaman Registrasi Pilih menu registrasi yang tersedia di halaman utama atau langsung akses https://dtsen.data.go.id/register. Halaman ini akan menampilkan formulir pendaftaran yang perlu diisi dengan data pribadi secara lengkap dan akurat.
Langkah 3: Isi Formulir Data Pribadi Masukkan nama lengkap sesuai KTP, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon yang aktif, dan alamat email. Pastikan setiap data yang diinput tidak ada kesalahan ketik karena perbedaan sekecil apa pun dapat menyebabkan penolakan oleh sistem.
Langkah 4: Lengkapi Data Keluarga dan Ekonomi Isi informasi mengenai seluruh anggota keluarga yang tercatat di Kartu Keluarga, kondisi perekonomian rumah tangga, jenis pekerjaan, serta alamat tempat tinggal sesuai domisili. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses verifikasi kelayakan.
Langkah 5: Unggah Dokumen Pendukung Upload seluruh dokumen yang dipersyaratkan seperti scan KTP, KK, SKTM, dan bukti pendapatan. Perhatikan format file (PDF atau JPG) dan ukuran maksimal yang ditentukan sistem, umumnya tidak lebih dari 2 MB per dokumen.
Langkah 6: Kirim dan Tunggu Verifikasi Setelah semua data terisi dan dokumen terunggah, kirim formulir pendaftaran. Data akan masuk ke tahap verifikasi oleh admin desa, kelurahan, atau tim pengelola DTSEN. Proses ini membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung volume pengajuan di daerah masing-masing.
Langkah 7: Aktivasi Akun Apabila pengajuan disetujui, kredensial akun berupa username dan password akan dikirimkan ke email terdaftar. Login kembali ke portal dan masukkan kode OTP untuk mengaktifkan akun secara penuh. Pantau halaman akun secara berkala guna memantau perkembangan status permohonan.
Cara Kedua – Via Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Alternatif pendaftaran yang lebih praktis bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial. Unduh aplikasi di Google Play Store atau App Store, buat akun baru, lalu pilih menu “Usul Sanggah” di halaman utama. Masukkan data pribadi dan unggah dokumen pendukung termasuk foto KTP, KK, serta foto kondisi rumah dari bagian luar dan dalam. Pantau status pengajuan secara berkala melalui aplikasi.
Cara Ketiga – Via Offline di Kelurahan/Dinas Sosial
Bagi warga yang tidak memiliki akses internet memadai, kunjungi kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial sesuai domisili. Bawa dokumen asli dan fotokopi berupa KTP, KK, SKTM, serta bukti pendapatan. Isi formulir yang disediakan petugas, lalu serahkan bersama kelengkapan dokumen. Data akan melalui tahap Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel) sebelum diteruskan ke Dinas Sosial untuk verifikasi administratif.
Jadwal dan Timeline Pendaftaran DTSEN Februari 2026
Pendaftaran DTSEN bersifat terbuka sepanjang tahun dan tidak memiliki batas waktu penutupan yang tetap. Warga bisa mengajukan pendaftaran kapan saja melalui jalur online maupun offline. Namun, proses verifikasi dan pemutakhiran data dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah.
Setelah pengajuan dikirim, estimasi waktu verifikasi berkisar antara 7 hingga 30 hari kerja tergantung volume pengajuan dan kapasitas petugas di masing-masing wilayah. Untuk jalur offline, tahapan Musyawarah Desa perlu dilalui terlebih dahulu sehingga membutuhkan waktu tambahan. Warga disarankan mengajukan pendaftaran sesegera mungkin agar tercatat pada periode pemutakhiran data terdekat dan berpeluang menerima bantuan sosial pada penyaluran berikutnya.
Cara Cek Status Pendaftaran DTSEN
Cek Via Website Resmi
Kunjungi portal https://dtsen.data.go.id dan login menggunakan akun yang sudah terdaftar. Setelah masuk, periksa halaman dashboard untuk melihat status pengajuan apakah masih dalam tahap verifikasi, disetujui, atau memerlukan perbaikan data. Siapkan NIK dan data pendaftaran untuk proses pengecekan.
Cek Via Aplikasi Cek Bansos
Buka aplikasi Cek Bansos yang sudah terinstal di smartphone. Login dengan akun yang telah dibuat sebelumnya, lalu navigasikan ke menu status pengajuan. Aplikasi ini menampilkan informasi terkini mengenai posisi data dalam sistem dan tahapan verifikasi yang sedang berlangsung.
Cek Via Kantor Kelurahan atau Call Center
Warga juga bisa menghubungi Call Center Kemensos di nomor 1500-008 (Halo Kemensos) pada jam kerja untuk menanyakan status pendaftaran. Alternatif lainnya adalah mengunjungi kantor kelurahan atau Dinas Sosial setempat dengan membawa KTP dan nomor registrasi pendaftaran. Petugas di lapangan dapat memberikan informasi secara langsung mengenai progres pengajuan.
Tips Penting Seputar Pendaftaran DTSEN
Agar pendaftaran berjalan lancar dan lolos verifikasi, perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, pastikan seluruh data yang diinput identik dengan catatan di Dukcapil, baik ejaan nama, NIK, maupun alamat. Kedua, lengkapi semua dokumen yang diminta tanpa terkecuali dan perhatikan format serta ukuran file sesuai ketentuan. Ketiga, ambil foto kondisi rumah dengan jelas dari berbagai sudut untuk menampilkan kondisi sebenarnya. Keempat, isi formulir dengan jujur karena data yang dilebih-lebihkan bisa terdeteksi saat verifikasi lapangan. Kelima, pantau status pengajuan secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos atau konfirmasi langsung ke kelurahan. Keenam, siapkan dokumen pendukung tambahan seperti SKTM dan bukti pendapatan untuk memperkuat pengajuan.
Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya
Kendala paling umum adalah ketidaksesuaian data antara formulir pendaftaran dengan catatan Dukcapil. Perbedaan sekecil satu huruf pada nama atau satu digit pada NIK bisa membuat sistem menolak pengajuan. Solusinya, periksa ulang seluruh data sebelum mengirim dan urus pembaruan ke Dukcapil jika ditemukan ketidakcocokan.
Masalah kedua berkaitan dengan dokumen yang tidak lengkap atau format file yang salah. Pastikan semua dokumen dalam format PDF atau JPG dengan ukuran maksimal 2 MB dan kompres file apabila diperlukan.
Kendala ketiga muncul apabila pemohon ternyata tidak masuk kategori penerima, misalnya berstatus ASN atau memiliki penghasilan di atas ambang batas. Periksa terlebih dahulu status kepegawaian dan kondisi ekonomi sebelum mendaftar.
Terakhir, data ganda dalam sistem juga sering menjadi penghambat. Jika NIK sudah terdaftar, gunakan fitur pembaruan data di aplikasi Cek Bansos alih-alih membuat pendaftaran baru. Apabila seluruh upaya mandiri belum membuahkan hasil, hubungi Call Center Kemensos di 1500-008 atau datangi kantor Dinas Sosial terdekat untuk mendapatkan bantuan langsung dari petugas.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pendaftaran DTSEN
Q1: Apakah pendaftaran DTSEN dipungut biaya? Pendaftaran DTSEN sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Seluruh proses mulai dari registrasi online, pengisian formulir, hingga verifikasi tidak memerlukan pembayaran. Waspadai pihak yang mengatasnamakan program ini untuk meminta uang.
Q2: Siapa saja yang tidak bisa mendaftar DTSEN? Warga yang berstatus sebagai ASN, anggota TNI, Polri, atau pegawai BUMN/BUMD tidak memenuhi kriteria pendaftaran DTSEN. Selain itu, keluarga yang sudah menerima bantuan sosial serupa dari program lain atau berada di kategori desil 6 ke atas juga tidak diprioritaskan.
Q3: Berapa lama proses verifikasi pendaftaran DTSEN? Waktu verifikasi bervariasi mulai dari 7 hingga 30 hari kerja tergantung volume pengajuan di masing-masing daerah. Untuk jalur offline, prosesnya bisa lebih lama karena harus melewati tahap Musyawarah Desa terlebih dahulu sebelum diteruskan ke Dinas Sosial.
Q4: Apakah terdaftar di DTSEN otomatis menerima bansos? Tidak otomatis. Pendaftaran DTSEN merupakan langkah awal agar data keluarga tercatat dalam sistem. Penerimaan bantuan sosial bergantung pada hasil verifikasi, posisi desil kesejahteraan (prioritas desil 1–5), serta ketersediaan kuota dan anggaran dari pemerintah.
Q5: Apa yang harus dilakukan jika pengajuan DTSEN ditolak? Jangan berkecil hati. Periksa notifikasi email atau aplikasi Cek Bansos untuk mengetahui alasan penolakan. Lakukan perbaikan data sesuai catatan yang diberikan, pastikan dokumen lengkap dan sesuai ketentuan, lalu ajukan kembali. Jika kendala berlanjut, hubungi Dinas Sosial setempat untuk konsultasi langsung.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari karyadesagroup.id dan kebijakan resmi pemerintah terkait DTSEN. Data, syarat, serta prosedur yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan instansi terkait. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan mengunjungi website resmi https://dtsen.data.go.id atau menghubungi Kementerian Sosial melalui Call Center 1500-008.
Pendaftaran DTSEN merupakan langkah krusial bagi keluarga kurang mampu agar bisa mengakses berbagai program bantuan sosial pemerintah. Pastikan data yang diajukan lengkap, akurat, dan sesuai catatan Dukcapil agar proses verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan.
Bagikan artikel ini kepada keluarga, tetangga, atau kerabat yang membutuhkan informasi seputar pendaftaran DTSEN 2026. Simpan halaman ini sebagai referensi dan pantau terus perkembangan terbaru agar tidak ketinggalan informasi penting seputar bantuan sosial.