Beranda » Bansos » Cara Mengecek Status Penerima Bansos BPNT, Terbaru Februari 2026

Cara Mengecek Status Penerima Bansos BPNT, Terbaru Februari 2026

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Februari 2026 sudah mulai disalurkan ke jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana cara memastikan nama sudah terdaftar sebagai penerima?

Banyak masyarakat masih bingung apakah bantuan ini akan cair atau justru nama mereka sudah tidak lagi masuk daftar penerima. Apalagi, sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terus diperbarui setiap bulan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Nah, artikel ini akan membahas cara cek status penerima BPNT 2026 secara lengkap mulai dari pengertian program, langkah pengecekan online dan offline, hingga solusi jika nama tidak terdaftar.

Apa Itu BPNT dan Dasar Hukumnya?

BPNT adalah program bantuan sosial pangan dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk non tunai kepada keluarga kurang mampu. Berbeda dengan bantuan tunai biasa, dana BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, dan kebutuhan karbohidrat lainnya di e-Warong atau agen resmi.

Program ini diluncurkan sejak 2017 sebagai transformasi dari program Rastra (Beras Sejahtera). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai, BPNT bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.

Beberapa regulasi yang menjadi payung hukum BPNT antara lain:

  • Perpres Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai
  • Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif
  • Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyaluran BPNT
  • Kepmensos Nomor 79/HUK/2025 tentang Penetapan Peringkat Kesejahteraan Keluarga

Disclaimer: Regulasi dan kebijakan BPNT dapat berubah sesuai keputusan pemerintah terbaru. Selalu verifikasi informasi melalui kanal resmi Kemensos.

Cara Cek Daftar Penerima BPNT 2026

Pengecekan status penerima BPNT dapat dilakukan melalui dua metode: online dan offline. Keduanya sama-sama valid dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026: Cara Download, Daftar, dan Menggunakannya

1. Cek via Website cekbansos.kemensos.go.id

Metode paling mudah adalah melalui situs resmi Kemensos. Tidak perlu login atau registrasi akun terlebih dahulu.

  1. Buka browser di HP atau komputer
  2. Akses alamat cekbansos.kemensos.go.id
  3. Pilih Provinsi sesuai domisili di KTP
  4. Pilih Kabupaten/Kota tempat tinggal
  5. Pilih Kecamatan yang sesuai
  6. Pilih Desa/Kelurahan
  7. Masukkan nama lengkap sesuai KTP (jangan disingkat)
  8. Ketik kode captcha yang muncul di layar
  9. Klik tombol “CARI DATA”

Jika nama muncul dengan status “YA” pada kolom BPNT, artinya terdaftar sebagai penerima aktif. Perhatikan juga kolom “Periode” untuk melihat bulan pencairan terakhir.

2. Cek via Aplikasi Cek Bansos

Kemensos menyediakan aplikasi resmi yang bisa diunduh gratis di Play Store (Android) dan App Store (iOS).

  1. Download aplikasi “Cek Bansos” dari toko aplikasi resmi
  2. Buat akun baru dengan mengisi NIK dan nomor KK
  3. Upload swafoto sambil memegang KTP untuk verifikasi
  4. Tunggu proses verifikasi akun (1-3 hari kerja)
  5. Setelah aktif, login dan akses menu “Profil” atau “Pencarian Data”

Kelebihan aplikasi ini adalah bisa melihat riwayat bantuan yang pernah diterima dan mengajukan usulan atau sanggahan secara langsung.

3. Cek Langsung ke Kantor Desa/Kelurahan

Bagi yang kesulitan mengakses internet, pengecekan bisa dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan setempat. Bawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli untuk verifikasi data. Petugas operator SIKS-NG di desa memiliki akses data rinci termasuk angka desil spesifik.

Memahami Data DTKS dan Peringkat Kesejahteraan

DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) adalah basis data yang digunakan pemerintah untuk menentukan penerima bantuan sosial. Dalam sistem ini, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

DesilKategoriJenis Bantuan
Desil 1Sangat Miskin (Miskin Ekstrem)PKH, BPNT, PBI-JKN, Subsidi Listrik
Desil 2MiskinPKH, BPNT, PBI-JKN, Subsidi Listrik
Desil 3Hampir MiskinBPNT, PBI-JKN, Subsidi Listrik
Desil 4Rentan MiskinBPNT (terbatas), PBI-JKN
Desil 5-10Menengah hingga SejahteraTidak prioritas bansos reguler

Berdasarkan Kepmensos 79/HUK/2025, penerima BPNT diprioritaskan untuk keluarga di desil 1 sampai desil 4. Semakin rendah angka desil, semakin besar peluang menerima bantuan.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Program Indonesia Pintar 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal Pencairan Terbaru

Penting dipahami bahwa desil tidak bisa diubah secara manual atau instan. Perubahan hanya bisa terjadi melalui pembaruan data resmi yang diverifikasi oleh desa, pemerintah daerah, dan sistem DTKS nasional.

Nominal dan Mekanisme Penyaluran

Dilansir dari Kompas.com, Kemensos mengonfirmasi nominal bantuan BPNT 2026 sebesar Rp200.000 per bulan untuk setiap KPM. Dana disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI) atau PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Pola PencairanNominal per PencairanKeterangan
BulananRp200.000Via KKS Bank Himbara
Dwi-bulanan (Rapel 2 bulan)Rp400.000Pola paling umum
Tri-bulanan (Rapel 3 bulan)Rp600.000Via PT Pos Indonesia

Total bantuan BPNT dalam setahun mencapai Rp2.400.000 per keluarga. Dana ini hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen resmi yang ditunjuk pemerintah—tidak bisa dicairkan tunai.

Jadwal Pencairan BPNT Februari 2026

Pencairan BPNT Tahap 1 yang mencakup alokasi Januari-Februari 2026 mulai disalurkan secara bertahap sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari. Penyaluran tidak dilakukan serentak di seluruh Indonesia karena menggunakan sistem termin atau gelombang.

Periode AlokasiEstimasi PencairanNominal
Januari – Februari 2026Pertengahan Februari 2026Rp400.000
Maret – April 2026April 2026 (Momen Lebaran)Rp400.000
Mei – Juni 2026Juni 2026Rp400.000
Juli – Agustus 2026Agustus 2026Rp400.000
September – Oktober 2026Oktober 2026Rp400.000
November – Desember 2026Desember 2026Rp400.000

Catatan: Jadwal di atas berdasarkan pola penyaluran tahun sebelumnya dan dapat berubah sesuai kebijakan Kemensos. Tanggal pencairan juga bervariasi antar wilayah tergantung kesiapan bank penyalur.

Indikasi kuat saldo BPNT sudah masuk ke rekening KKS adalah munculnya status “SI” (Standing Instruction) pada sistem SIKS-NG. Status ini biasanya bisa dipantau melalui pendamping sosial atau operator desa.

Fakta vs Hoax Seputar BPNT

Beredar banyak informasi simpang siur terkait BPNT 2026 di media sosial. Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dan pengumuman resmi Kemensos, berikut klarifikasinya:

⚠️ HOAX: Link pendaftaran PKH dan BPNT via website tidak resmi

FAKTA: Kemensos tidak pernah membuat situs atau tautan untuk pendaftaran maupun pencairan bansos. Pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos atau kantor desa/kelurahan. Jangan pernah mengklik link mencurigakan yang meminta data pribadi!

Klaim yang BeredarFakta Sebenarnya
“Bansos 2026 dihentikan total”Tidak benar. PKH, BPNT, PIP, dan PBI-JKN tetap dilanjutkan. Yang dihentikan hanya program temporer seperti BLT Kesra.
“Bisa daftar BPNT online langsung dapat”Pendaftaran melalui aplikasi Cek Bansos memerlukan proses verifikasi dan validasi 3-6 bulan. Tidak ada jaminan langsung diterima.
“Punya KKS otomatis dapat BPNT selamanya”Kepemilikan KKS tidak menjamin bantuan cair terus-menerus. Data penerima dievaluasi setiap bulan berdasarkan kondisi ekonomi.
“Nominal BPNT naik jadi Rp500.000”Tidak ada konfirmasi resmi dari Kemensos maupun Kemenkeu. Nominal tetap Rp200.000 per bulan.

Selalu verifikasi informasi melalui kanal resmi seperti website kemensos.go.id atau akun media sosial resmi @kemensos_ri.

Baca Juga:  Cek Penerima PIP SD 2026 yang Belum Cair, Ini Penyebab dan Solusinya

Langkah Jika Merasa Berhak Tapi Tidak Terdaftar

Kondisi ini sering disebut “exclusion error”—layak menerima tapi tidak masuk data. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh:

1. Ajukan Usulan via Aplikasi Cek Bansos

  1. Login ke aplikasi Cek Bansos
  2. Pilih menu “Daftar Usulan”
  3. Klik “Tambah Usulan”
  4. Isi data diri dan kondisi ekonomi keluarga dengan lengkap
  5. Upload foto KTP, foto rumah tampak depan, dan bukti pendukung lainnya
  6. Kirim usulan dan tunggu verifikasi dari Dinas Sosial

2. Daftar Melalui Kantor Desa/Kelurahan

  1. Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP dan KK asli
  2. Sampaikan permohonan untuk diusulkan masuk DTKS
  3. Siapkan bukti kondisi rumah (foto lantai, atap, dinding) untuk verifikasi
  4. Data akan diinput petugas operator SIKS-NG ke sistem

3. Ikuti Musyawarah Desa (Musdes)

Musyawarah desa menjadi jalur efektif untuk perbaikan data DTKS. Desak RT/RW untuk memasukkan nama dalam agenda Musdes bulanan. Data hasil musyawarah akan menjadi dasar pembaruan DTKS di tingkat nasional.

Kontak Pengaduan Resmi Kemensos

  • Call Center: 171 atau 1500-799 (Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB)
  • WhatsApp: 0811-10-222-10
  • Email: pengaduan.171@kemsos.go.id
  • Website: lapor.go.id/instansi/kementerian-sosial
  • Fitur Pengaduan di Aplikasi Cek Bansos

Semua layanan pengaduan gratis tanpa dipungut biaya apapun.

FAQ

Berapa kali BPNT 2026 cair dalam setahun?

Secara alokasi, BPNT untuk 12 bulan (Januari-Desember). Namun pencairannya biasanya digabung (rapel), sehingga frekuensi transfer berkisar 4-6 kali dalam setahun tergantung kebijakan percepatan anggaran dari Kemenkeu.

Apakah BPNT bisa dicairkan tunai?

Tidak. BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen resmi menggunakan mesin EDC. Pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pangan.

Kenapa tetangga yang lebih mampu justru dapat BPNT?

Ini disebut “inclusion error”—tidak layak tapi masuk data. Bisa terjadi karena data survei yang belum diperbarui atau kesalahan input. Laporkan melalui fitur “Sanggah” di aplikasi Cek Bansos dengan melampirkan bukti. Identitas pelapor dijamin aman.

Apa perbedaan DTKS dan DTSEN?

DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dikelola Kemensos sebagai basis penyaluran bansos. DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dikelola BPS hasil Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Keduanya kini terintegrasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Bagaimana jika KKS hilang atau rusak?

Laporkan ke Dinas Sosial setempat dengan membawa KTP dan KK asli. Proses pembuatan kartu pengganti biasanya memakan waktu 2-4 minggu.

Penutup

Pengecekan status penerima BPNT Februari 2026 bisa dilakukan dengan mudah melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Pastikan data di DTKS valid dan selalu pantau informasi dari sumber resmi agar terhindar dari hoax.

Bagi yang belum terdaftar padahal merasa layak, jangan langsung menyerah. Manfaatkan fitur usulan di aplikasi atau datang ke kantor desa untuk dibantu proses pendaftaran. Semoga bantuan yang diberikan pemerintah bisa meringankan beban ekonomi keluarga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pangan bergizi. Terima kasih sudah membaca, semoga rezeki selalu lancar! 🙏

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data resmi Kemensos per Januari 2026 dan sumber media kredibel. Jadwal, nominal, dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan pemerintah terbaru. Untuk informasi paling akurat, selalu cek melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau kanal resmi Kementerian Sosial.