Pemerintah Indonesia terus memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial di tahun 2026 dengan mengedepankan validasi data secara digital. Perubahan ini menuntut masyarakat untuk lebih aktif memastikan data kependudukan mereka tercatat dengan benar di sistem terpusat. Bagi keluarga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai penerima, kini tersedia jalur resmi untuk mengusulkan diri melalui teknologi yang ada di genggaman tangan.
Proses pengajuan usulan bantuan sosial tidak lagi mengharuskan warga mengantre panjang di kantor kelurahan atau desa. Melalui aplikasi Cek Bansos yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial, pendaftaran bisa dilakukan sepenuhnya dari HP secara mandiri. Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk memangkas birokrasi sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Artikel ini menyajikan panduan lengkap mulai dari syarat pendaftaran, langkah-langkah teknis penggunaan aplikasi, hingga tips agar usulan tidak ditolak oleh sistem. Dengan mengikuti panduan ini secara cermat, peluang untuk lolos verifikasi dan menerima bantuan di tahun 2026 akan semakin besar.
Mengenal Aplikasi Cek Bansos dan Dasar Hukumnya
Aplikasi Cek Bansos merupakan platform digital resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memudahkan masyarakat dalam mengecek status penyaluran bantuan sosial sekaligus mengajukan usulan sebagai calon penerima. Aplikasi ini tersedia secara gratis di Play Store maupun App Store dan bisa digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia yang memiliki dokumen kependudukan yang valid.
Dasar hukum penyelenggaraan bantuan sosial di Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin serta berbagai peraturan turunan dari Kementerian Sosial mengenai pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kemensos selaku penyelenggara utama bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima di lapangan.
Sejak tahun 2026, pemerintah semakin mendorong partisipasi masyarakat dalam memperbarui data kemiskinan melalui fitur pengajuan usulan di aplikasi ini sehingga distribusi bantuan lebih transparan dan akurat.
Tujuan dan Manfaat Pendaftaran Usulan Bansos
Program pendaftaran usulan bansos melalui aplikasi Cek Bansos memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, membuka akses yang setara bagi seluruh masyarakat kurang mampu untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan tanpa harus bergantung pada rekomendasi aparat desa. Kedua, mempercepat proses pemutakhiran DTKS agar data penerima selalu aktual dan sesuai kondisi lapangan. Ketiga, mengurangi potensi kecurangan atau data ganda dalam sistem penyaluran bantuan.
Manfaat konkret bagi masyarakat meliputi kemudahan mendaftar dari mana saja tanpa biaya, transparansi status pengajuan yang bisa dipantau langsung melalui aplikasi, serta kesempatan mendapatkan berbagai jenis bantuan sosial seperti PKH, BPNT, PBI Jaminan Kesehatan, hingga BLT Mitigasi. Sasaran utama program ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin yang belum tercatat dalam DTKS atau yang datanya perlu diperbarui.
Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya basis data kemiskinan yang lebih akurat sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga yang benar-benar membutuhkan tetapi terlewat.
Syarat dan Kriteria Pendaftaran Usulan Bansos
Syarat Umum
Calon pendaftar wajib memiliki E-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang datanya sudah sesuai dan terpadu dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Pendaftar juga harus memiliki alamat email aktif untuk proses verifikasi akun di aplikasi. Smartphone dengan koneksi internet stabil diperlukan untuk mengunduh aplikasi dan mengunggah dokumen pendukung.
Kriteria Calon Penerima
Bantuan sosial ditujukan bagi keluarga yang termasuk kategori miskin atau rentan miskin berdasarkan indikator kemiskinan nasional. Calon penerima PKH harus memiliki komponen kesejahteraan seperti ibu hamil, anak balita, pelajar, penyandang disabilitas berat, atau lanjut usia di atas 70 tahun. Warga yang terdeteksi memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, memiliki kendaraan roda empat, atau aset tanah berlebih akan otomatis tidak memenuhi kriteria.
Dokumen yang Diperlukan
Persiapkan E-KTP asli dan foto digital KTP yang jelas serta terbaca. Kartu Keluarga diperlukan untuk input data Nomor KK saat pendaftaran. Foto rumah tampak depan dibutuhkan sebagai bukti kondisi ekonomi yang sebenarnya. Foto swafoto (selfie) sambil memegang KTP juga diwajibkan untuk verifikasi identitas secara digital. Semua foto harus dalam kondisi terang, tidak buram, dan bebas dari pantulan cahaya agar bisa terbaca oleh sistem.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Program | Pendaftaran Usulan Bantuan Sosial 2026 |
| Penyelenggara | Kementerian Sosial Republik Indonesia |
| Sasaran Penerima | Keluarga miskin dan rentan miskin belum terdaftar DTKS |
| Jenis Bantuan | PKH (Rp900rb-Rp3jt/thn), BPNT (Rp200rb/bln), PBI JK, BLT Mitigasi (Rp600rb) |
| Platform Pendaftaran | Aplikasi Cek Bansos (Play Store & App Store) |
| Website Resmi | cekbansos.kemensos.go.id |
Cara Daftar Usulan Bansos 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos dengan Mudah
Cara Pertama: Pendaftaran Via Aplikasi Cek Bansos (Online)
Proses pendaftaran memerlukan koneksi internet stabil karena melibatkan pengunggahan foto dan sinkronisasi data dengan server Kemensos.
Langkah 1: Unduh dan Pasang Aplikasi Cek Bansos Buka Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iPhone, kemudian cari aplikasi bertuliskan “Cek Bansos” yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial RI. Pastikan mengunduh aplikasi resmi yang memiliki logo Kemensos dan telah diunduh jutaan pengguna untuk menghindari aplikasi palsu.
Langkah 2: Buat Akun Baru Buka aplikasi dan pilih menu “Buat Akun Baru” bagi pengguna pertama kali. Isi formulir pendaftaran secara lengkap meliputi Nomor KK, NIK, dan nama lengkap sesuai yang tertera di KTP tanpa singkatan. Kesalahan penulisan satu huruf saja bisa menyebabkan data tidak cocok dengan basis data Dukcapil.
Langkah 3: Unggah Foto Identitas Lakukan swafoto (selfie) sambil memegang KTP di samping wajah sesuai instruksi di layar. Unggah juga foto KTP secara terpisah pada kolom yang tersedia. Pastikan pencahayaan cukup terang dan tulisan di KTP terbaca jelas karena sistem akan membaca data secara otomatis melalui teknologi OCR.
Langkah 4: Verifikasi Email dan Aktivasi Akun Klik tombol “Buat Akun Baru” untuk mengirim data pendaftaran. Cek kotak masuk email yang didaftarkan untuk menemukan email verifikasi dari Kemensos. Jika tidak ditemukan di kotak masuk utama, periksa folder spam. Klik tautan verifikasi untuk mengaktifkan akun.
Langkah 5: Login dan Ajukan Usulan Masuk kembali ke aplikasi menggunakan username dan password yang sudah dibuat. Pada halaman utama, pilih menu “Daftar Usulan” kemudian klik “Tambah Usulan”. Lengkapi formulir pengajuan yang mencakup detail kondisi ekonomi keluarga, unggah foto rumah tampak depan, lalu periksa kembali semua data sebelum menekan tombol “Simpan” atau “Kirim”.
Cara Kedua: Pendaftaran Via Kantor Kelurahan/Desa (Offline)
Bagi warga yang tidak memiliki smartphone atau kesulitan dengan teknologi digital, pendaftaran bisa dilakukan dengan mendatangi kantor kelurahan atau desa setempat. Bawa E-KTP asli, Kartu Keluarga, dan foto rumah tampak depan. Minta petugas kelurahan untuk membantu menginput data ke dalam sistem DTKS. Metode ini sebaiknya digunakan terutama oleh warga lansia atau yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses internet. Proses verifikasi tetap sama dengan jalur online.
Jadwal Pendaftaran Usulan Bansos Februari 2026
Pendaftaran usulan bansos melalui aplikasi Cek Bansos bersifat terbuka sepanjang tahun dan tidak memiliki batas waktu pendaftaran khusus. Namun, proses verifikasi dan validasi oleh pemerintah daerah biasanya dilakukan secara berkala setiap triwulan. Untuk periode awal tahun 2026, data usulan yang masuk hingga akhir Februari diperkirakan akan diproses pada kuartal pertama.
Setelah data diajukan, proses verifikasi oleh pemerintah daerah membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 3 bulan tergantung kecepatan kerja tim validasi di masing-masing wilayah. Validasi lapangan oleh pendamping sosial juga menjadi tahapan penting sebelum nama resmi masuk ke dalam DTKS. Pantau terus status usulan melalui aplikasi secara berkala.
Cara Cek Status Usulan Bansos
Cek Via Aplikasi Cek Bansos
Login ke aplikasi Cek Bansos menggunakan akun yang sudah terdaftar. Buka menu utama dan cari fitur yang menampilkan status pengajuan atau riwayat usulan. Aplikasi akan menunjukkan apakah usulan masih dalam proses verifikasi, sudah disetujui, atau ditolak beserta alasannya.
Cek Via Website Resmi Kemensos
Akses laman cekbansos.kemensos.go.id melalui browser. Masukkan data wilayah tempat tinggal meliputi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan. Ketik nama lengkap sesuai KTP untuk melihat apakah nama sudah masuk dalam daftar penerima bantuan yang disalurkan.
Cek Via Pendamping Sosial atau Call Center
Hubungi pendamping sosial yang bertugas di wilayah tempat tinggal untuk menanyakan perkembangan usulan secara langsung. Alternatif lainnya, hubungi call center Kemensos di nomor 171 (ext 708) pada jam kerja Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Tips Penting Agar Usulan Bansos Tidak Ditolak
Pastikan NIK dan nama di E-KTP sudah sesuai dengan data yang tercatat di Dukcapil sebelum mengajukan usulan. Ketidakcocokan data menjadi penyebab utama penolakan otomatis oleh sistem. Gunakan foto rumah yang benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi secara jujur dan apa adanya. Foto rumah yang terlihat mewah atau tidak sesuai kriteria kemiskinan akan menjadi faktor penggugur saat verifikasi.
Fokuskan pengajuan pada satu jenis bantuan yang paling relevan dengan kondisi keluarga. Mengajukan semua jenis bantuan sekaligus justru bisa memicu indikasi spam pada sistem verifikator. Jangan mencoba memanipulasi data karena verifikasi lapangan oleh pendamping sosial akan tetap dilakukan sebagai tahapan wajib. Periksa kembali seluruh isian formulir sebelum mengirim untuk menghindari kesalahan penulisan yang fatal.
Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya
Masalah paling umum adalah email verifikasi akun tidak masuk ke kotak masuk setelah pendaftaran. Solusinya adalah memeriksa folder spam atau junk mail terlebih dahulu. Jika tetap tidak ditemukan, pastikan alamat email yang didaftarkan benar dan coba ulangi proses registrasi.
Masalah kedua adalah data NIK ditolak karena tidak cocok dengan basis data Dukcapil. Hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan penulisan nama atau kesalahan input NIK. Solusinya adalah mengunjungi kantor Dukcapil terdekat untuk melakukan pemadanan data kependudukan.
Masalah ketiga adalah usulan ditolak meskipun merasa sudah memenuhi kriteria. Penolakan sering disebabkan oleh data silang dari instansi lain yang menunjukkan kepemilikan aset atau penghasilan di atas batas. Periksa kembali profil kependudukan dan pastikan data mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Jika masalah tidak kunjung terselesaikan, laporkan ke Dinas Sosial kabupaten/kota setempat atau hubungi call center Kemensos di nomor 171 untuk eskalasi lebih lanjut.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pendaftaran Usulan Bansos 2026
Q1: Berapa lama proses verifikasi setelah mengajukan usulan bansos? Proses verifikasi umumnya membutuhkan waktu 1 hingga 3 bulan tergantung kecepatan tim validasi pemerintah daerah dalam melakukan pengecekan lapangan. Kecepatan respon di setiap wilayah berbeda-beda sehingga disarankan untuk memantau status secara berkala melalui aplikasi.
Q2: Apakah bisa mendaftarkan anggota keluarga lain atau tetangga yang membutuhkan? Bisa, aplikasi Cek Bansos menyediakan fitur “Tambah Usulan” yang memungkinkan pengguna mengajukan data orang lain. Pastikan semua data yang dimasukkan sesuai dengan dokumen kependudukan orang yang diusulkan dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan.
Q3: Apakah mendaftar usulan menjamin pasti mendapat bantuan sosial? Tidak ada jaminan pasti. Pengajuan usulan hanya memasukkan nama ke dalam antrean verifikasi DTKS. Persetujuan akhir bergantung pada hasil validasi lapangan dan ketersediaan kuota penerima bantuan di masing-masing daerah yang ditetapkan oleh pemerintah.
Q4: Jenis bantuan sosial apa saja yang bisa diusulkan melalui aplikasi? Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat bisa mengusulkan diri untuk beberapa program seperti PKH dengan nominal Rp900 ribu hingga Rp3 juta per tahun, BPNT senilai Rp200 ribu per bulan, PBI Jaminan Kesehatan berupa iuran BPJS gratis, dan BLT Mitigasi senilai Rp600 ribu yang bersifat kondisional.
Q5: Mengapa usulan ditolak padahal kondisi ekonomi keluarga benar-benar kurang mampu? Penolakan sering terjadi karena ketidakcocokan data NIK dengan Dukcapil, foto rumah yang tidak sesuai kriteria, atau terdeteksinya aset seperti kendaraan roda empat dan tanah berlebih pada data silang instansi lain. Pastikan semua data kependudukan sudah diperbaharui dan akurat sebelum mengajukan ulang.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari Selfd.id dan panduan resmi Kementerian Sosial RI. Prosedur dan kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai regulasi terbaru. Untuk informasi paling akurat dan terkini, pembaca disarankan mengunjungi website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menghubungi call center Kemensos di nomor 171.
Penutup
Pendaftaran usulan bansos 2026 melalui aplikasi Cek Bansos merupakan langkah penting bagi keluarga kurang mampu yang belum tercatat dalam DTKS. Dengan memenuhi syarat dokumen, mengisi data secara jujur dan akurat, serta mengikuti langkah pendaftaran yang benar, peluang untuk menerima bantuan sosial akan semakin terbuka lebar.
Bagikan panduan ini kepada keluarga, tetangga, atau kerabat yang membutuhkan informasi tentang cara mendaftar bantuan sosial. Pantau terus status usulan melalui aplikasi dan jangan ragu menghubungi pendamping sosial atau Dinas Sosial setempat jika mengalami kendala selama proses pendaftaran.